Ads mobile

Monday, 31 August 2015

Pasar 16 ilir (16 ilir market), Palembang, Indonesia

Isi : 1
Tahun : 1980-an
Negara : indonesia
Kondisi : baik
Informasi dalam bahasa Inggris:

Pasar 16 ilir (16 ilir market) has a historical value for Palembang’s citizen. The historian predicted that this placed started developing from 19th century. The trading activity commonly come from Uluan area (upstream of Musi river) which bring out harvest especially fruit, vegetable, and others by using Kajang boat, a kind of wooden boat with house-like built at the back of the boat as resting place.

Pasar 16 is also known as Pasar Tengkuruk (Tengkuruk market) since the buildings arranged in a row lining the banks of Tengkuruk river, which still had a king’s stairs-like in its banks. The merchants who use this location most of them are Arabic, Indian, and Chinese. Until now, we can still see antique building in European, middle east and chinese architecture located here.

Today, Pasar 16 ilir is an important trading center in Palembang. Beside its strategic location, the market has a glorious main building and hundreds of shops selling various goods and merchandises.
Pasar 16 ilir is famous for the number of gold merchants shop here, as the center of garment wholesale seller, imported used clothes trading, secondhand books vendors in Palembang. So, no wonder if the prices here are negotiable and cheaper than any other market in this city.


Seven-Star Cave,七星岩

Negara: china
Tahun:1980 an
Kondisi: baik
Kategori: mint post card
Isi: 1 set 12 buah ( terdapat cover postcard)
Informasi:

Seven stars cave, Guilin
Picture taken by Liu Huijuan

Seven-Star Cave (Chinese: 七星岩; pinyin: Qīxīngyán) is an extensive limestone cave complex in Seven-Star Park, both of which are popular tourist attractions in the city of Guilin in Guangxi Autonomous Region in China. The park and cave's name derive from the fact the main karst limestone peaks roughly resemble the stars of the Big Dipper constellation. The earliest exploration of Seven-Star Cave dates back to the Tang Dynasty, about 1,300 years ago.
The cave has a year-round temperature of about 20 Celsius. The maximum ceiling height inside is 27 metres, and the maximum width is 49 metres. A concrete and stone tour path of approximately 1,000 metres runs through the cave between its entrance and exit points. Artificial lighting for walkways and displays is staged throughout, including colored accents, and various formations have names such as "A Natural Fresco" and "The Chessboard". During the Japanese invasion of China in World War II, Guilin residents took refuge in the cave complex.
The cave has scheduled tours about once an hour, conducted in Mandarin Chinese, usually with a megaphone, irrespective of group size, explaining in detail the origins of various formation names, such as a dragon eating a bear, or a bear catching a tiger. The tour cannot easily be walked independently of groups, since the lights inside the cave are closed behind the groups as they walk away. Signs are posted in both Chinese and English and takes typically 30–60 minutes.
Like most parks in Guilin, the cave complex maintains an entrance fee, costing 60 RMB beyond the basic park entrance fee of 35 RMB.
Sumber: wikipedia

Thursday, 6 August 2015

Kartu Pos


kartu Pos (Post Card)

Kartu pos atau dalam bahasa Inggris disebut "Post Card", pertama kali diterbitkan di Austria pada 1 Oktober 1869.Nama kartu pos tersebut adalah Correspodenz Karte. Ilmu yang mempelajari tentang kartu pos disebut Deltiologi.

Bentuk kartu pos biasanya persegi panjang dengan berbagai gambar menarik di depannya. Biasanya kartu pos dikirim oleh para wisatawan saat berkunjung ke luar negri dengan tujuan sebagai kenang - kenangan dan menandakan bahwa mereka telah berkunjung ke sana.

Biasanya pengiriman kartu pos lebih murah. Kartu pos dikirim tanpa amplop, dan hanya ditempel perangko sebagai tanda pelunasan pengiriman. Kartu pos lebih disukai sebagai pengiriman yang dekoratif. Pesan yang ditulis pengirim kepada penerima dapat ditulis secara singkat dan padat pada bagian yang tersedia pada kartu pos. Karena pesan yang ditulis singkat, serta lebih cepat sampai ke penerima, maka kartu pos seperti cara ber- SMS (Short massage service) pada masa teknologi komunikasi digital belum begitu maju seperti saat ini.


Tujuan pengiriman kartu pos, selain sebagai kenang - kenangan saat berada di luar negri adalah:
1.mengirim ucapan selamat
2.mengirim jawaban undian berhadiah
3.koleksi bagi penganut deltiologi
Kartu pos merupakan jenis koleksi yang sering dicari oleh para filatelis.

Sumber rujukan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_pos
https://en.wikipedia.org/wiki/Deltiology
https://sv.wikipedia.org/wiki/Deltiologi 


Deltiologi

DELTIOLOGI

Deltiologi berasal dari bahasa Yunani, Yaitu:
1. Deltion/deltos 
2. Logia
Deltiologi merupakan ilmu yang mempelajari pengumpulan kartu pos.Kata Deltilogi diciptakan oleh Profesor Rndall Rhoades dari Ashland, Ohio, pada tahun 1945. Penerimaan kata tersebut oleh beberapa kalangan diawali studi tentang kartu pos bergambar.

Studi untuk memunculkan kata Deltiologi, membutuhkan waktu 20 tahun. Hal ini dikarenakan "tempat dan waktu" produksi kartu pos berbeda dengan benda pos lainnya, seperti halnya perangko. Kartu pos dibuat lebih desentralistik (tidak terpusat) dibandingkan perangko yang diproduksi secara massal oleh suatu negara. Selain itu, tidak ada aturan khusus dalam penerbitan kartu pos.

Para kolektor kartu pos biasanya membatasi mengumpulkan benda - benda koleksi mereka tersebut, berdasarkan jenis:
1. Perancang/seniman dalam kartu pos (artists)
2. Pihak yang menerbitkan kartu pos (Publishers)
3. Waktu dan tempat kartu pos diterbitkan.

Kartu pos biasanya dikumpulkan oleh kalangan sejarah,ke-pustaka-an, dan genealogi. Biasanya orang - orang yang memiliki hobi mengumpulkan kartu pos disebut "Deltiologis"

Gambar pada kartu pos biasa disebut PPCs (Picture Post cards). PPCs dapat ditandai dengan beberapa periode:
1. Masa kekemasan kartu pos (The Golden Age of Postcards = 1898 - 1919);
2. Era linen, salah satu bahan pakaian(The time of linens = sekitar 1930 - 1950)
3. Era krom/pewarnaan modern (The Modern chrome = setelah 1940)

Gambar yang paling digandrungi oleh para kolektor kartu pos, dalam kategori "ketampakan suatu kota" disebut RPPCs (Real Photo Postcards). Kartu pos ini dicetak pada kertas foto menggunakan proses fotografi. RPPCs adalah pemandangan yang ditunjukkan pada gambaran sebenarnya dari masa lalu yang dicetak berdasarkan pemunculan konsep seniman pada kartu pos. Biasanya para deltiologis mendapatkan berbagai koleksi mereka dari perjalanan dan liburan mereka ke luar negri. Bahkan mereka bisa menemukannya di kantor pos, internet, dan para kolektor lainnya. 

Pengumpulan kartu pos biasanya bertujuan dalam dunia pendidikan dan literatur.Para deltiologis mengumpulkan koleksi-nya dalam membantu guru - guru mengajar kepada peserta didik mereka di sekolah. Salah satu program pendidikan dengan alat bantu kartu pos ini, dikenal dengan sebutan "Postcard Penpal Programs".
Di dunia, Deltiologis menjadi hobi mengoleksi ke-3 setelah perangko dan koin/catatan bank. Pecinta deltiologi dapat ditemukan dibeberapa negara dalam bentuk klub, organisasi, dan pameran kartu pos.







Sumber Rujukan:
https://sv.wikipedia.org/wiki/Deltiologi
https://www.postcrossing.com/
http://postcardcollector.org/forum/index.php


INFO LINK